Wednesday, October 17, 2012

Pengalaman Pertama Ketinggalan Pesawat di Kuala Lumpur, Malaysia


KLIA
"Alamakjaaaan macam apa pulak ini, baru kalini awak ketinggalan flight!"  

Begitulah kicau saya di akun media sosial. Ya saya dan dua teman saya baru saja mengalami pengalaman yang cukup bikin panik pada saat itu dan apabila di ingat kembali sebeneranya sangat seru dan lucu buat kami.

Jadi ceritanya pada hari senin 15 oktober 2012 kemarin hari terakhir di Kuala Lumpur saya ada jadwal keberangkatan dari LCCT pukul 13:15 naik Air asia, pagi hari di lalui dengan santai mengingat waktu pemberangkatan cukup siang, kami checkout dari hotel pukul setengah 10 pagi dengan perkiraan waktu dua jam setengah perjalanan nail Monorail sambung KLIA express, sekitar jam 10an kami sampai di KL sentral, dan karena perut kami cukup lapar kami mampir dulu di salah satu restoran Hindi daerah itu.

Setelah selesai, sambil jalan kita mendiskusikan lagi akan naik Aerobus atau KLIA Eexpress, saya menyarankan tetap KLIA Ekspress mengingat waktu lumayan mepet meskipun harus masuk dulu ke KL sentral tapi minimal waktu tempuh sudah bisa diperkirakan cepat, akses menuju KL sentral melewati pool Aerobus, pada saat melewati aerobus teman saya menyarankan naik aerobus saja karena barang bawaannya yang cukup berat jadi tinggal masuk bagasi dan duduk santai, karena waktu masih 10:30 dan bertanya ke petugasnya apa sempat sampai jam 12 diapun mengiyakan, sebenarnya jam 12 itu sudah waktu rawan ya apalagi naik bus tapi yasudah kami pun langsung naik.

Dan ternyata memang sangat mepet kawan, kita sampai LCCT pukul 12:10-an, lucunya kita masih belum begitu sadar kalau waktu sudah rawan, pantas saja penumpang yang barengan di bus td ada yg berlarian kita dengan santainya jalan dan menertawakan mereka, pas bagian mesin check in Air Asia kami heran kok tidak bisa keluar print-outnya.

Keadaan mulai panik, coba ke mesin lain tetap gak bisa sampai petugasnya menyarankan langsung ke counternya saja, pas dicounternya ternyata yang ditakutkan terjadi, KAMI KETINGGALAN PESAWAT, mereka tidak mengizinkan untuk penumpang masuk dengan alasan peswat sudah mendarat dan penumpang posisinya sudah pada masuk pesawat percuma saja kita ngerayu-rayu petugasnya. kemudian kami di oper ke bagian service counter kita berharap mungkin jadwalnya bisa dipindahkan tapi karena itu kesalahan dari kami dan hal itupun tidak terjadi, pasti yang baca bilang "Yaiyalah".. yaa namanya juga usaha.

Alhasil mau tidak mau kami harus membeli tiket penerbangan baru. setelah bertanya ada jadwal jam 2 dengan harga masing-masing 900 k, waduh masih agak berat mengingat kemarin lumayan kalap gesek-menggesek CC, ada lagi jam 5 harga 700k, akhirnya teman saya Willy menghubungi temannya di jakarta yang kerja di perusahaan travel, langganan kita juga si, disitu dia minta dicarikan tiket paling murah dan akhirnya dapat Lion air jam 15:30 dengan harga 520 k bingung cara bayarnya diapun bersedia 'talangin' pembelian tiket kami, alhamdulilah baik sekali orang itu jadi kita tinggal kirim data pasport untuk mendapatkan kode booking, ajaib yaa. tapi lokasinya bukan di LCCT tapi di KLIA yang lokasinya ternyata bisa 20 menitan lagi. yatuhan..

Tiket darurat

Kami naik Shuttle bus menuju KLIA sambil satu persatu kode booking dikirim dari Jakarta, setelah sampai KLIA, ternyata KLIA keren ya airportnya hampir mirip ama Suvarnabhumi Bangkok tapi tetep bagusan Bangkok si oke balik lagi ke cerita, pas sampai ke counter check-in ternyata masih ada satu yang tidak bisa di proses yang diharuskan melakukan pembelian manual di airportnya langsung. ternyata rasa plong itu masih belum didapat, khawatir ketinggalan pesawat lg masih menghantui terutama buat teman saya yang satu itu. tugaspun dibagi dua, saya bagian check in yg sudah dapat nomor booking, dua temen saya pergi ke lantai dasar untuk membeli 1 tiket manual tambahan.

Rasa waswas masih ada karna masih khawatir kalau temen saya masih bisa dapat tiket di jam yang sama dengan harga yang sama. akhirnya waswaspun hilang, teman saya dapat sesuai dengan yang diharapkan, tanpa menunggu lagi kita langsung mengeluarkan langkah seribu menuju gate C6 dan lokasinya ternyata masih jauh lagi sudara-saudara, alamakjaan airport KL ini lokasinya jauh-jauh ya, tapi tidak sulit menuju Gate C6, karena disediakan transportasi khusus bernama aero train, sejenis monorail menuju terminal satelite C6, sumpah Bandara Soekarno hatta kalah telak kalu mau dibandingkan. Wifinya pun sangat kencang, tetep saya masih pecinta wifi, hal yang juga masih langka di Soetta, akhirnya kami tiba di gate C6 dengan perasaan plong se plong-plongnya,, setengah jam kemudian kami pun masuk pesawat dan tidur pulas selama perjalanan sampai pulang ke tanah air tercinta.

Sudah lega



Benar-benar pengalaman sekali seumur hidup, gak mau-mau lagi ketinggalan pesawat, kita tidak mempersalahkan salah siapa yang membuat kita ketinggalan pesawat, yang namanya traveling bersama sudah harus dipikul bersama dan sudah seharusnya memang waktu itu dihargai.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...